Selasa, 24 Agustus 2010

Hari ini adalah istimewa

Sahabatku membuka laci tempat istrinya
menyimpan pakaian dalam
dan membuka sebuah bungkusan berbahan sutra.

"Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang
asing lagi".

Dia membuka kotak itu dan memandang pakaian
dalam sutra serta kotaknya.

"Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami
pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak
pernah mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia,
hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa."

Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan
bungkusan hadiah di dekat pakaian yang dia pakai
ketika pergi ke pemakaman.

Istrinya baru saja meninggal...

Dia menoleh padaku dan berkata :

"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU
UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA,
SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH
KESEMPATAN YANG ISTIMEWA !"

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya
mengubah hidupku.
Sekarang aku lebih banyak membaca dan
mengurangi bersih-bersih.
Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun.
Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama
keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti
bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber
pengalaman supaya bisa hidup,
tidak semata-mata supaya bisa survive (bertahan
hidup) saja.

Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu.
Aku menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari.
Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke
Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak
menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa,
aku menggunakannya kemanapun aku
menginginkannya.

Kata-kata "Suatu hari ." dan Satu saat nanti....."
sudah lenyap dari kamusku.

Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan
sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat,
mendengar atau melakukannya sekarang.

Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri
temanku itu apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi
berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya.

Aku berpikir, dia mungkin sedang menelepon
rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali
juga dia menelpon teman lama untuk berdamai atas
perselisihan yang pernah mereka lakukan.
Aku juga berpikir bahwa dia mungkin pergi makan
Martabak Spesial, makanan favoritnya.

Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan
aku sesali jika tak aku lakukan,
jikalau aku tahu waktuku sudah dekat.

Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan
lebih lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui,
juga surat-surat yang ingin aku tulis "Suatu hari
nanti".

Aku akan menyesal ! dan merasa sedih,
karena aku tidak sempat mengatakan betapa aku
mencintai orangtuaku,
saudara-saudaraku dan teman2ku.

Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau
menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa
membuatku menikmati hidup.
Dan, setiap pagi, aku berkata kepada diriku sendiri
bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa.

Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah
istimewa.


Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena
seseorang peduli padamu,
dan karena mungkin ada seseorang yang kamu
pedulikan.

Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan
ini kepada orang lain dan kamu
berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan
mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah
bahwa "Suatu saat" itu sangat jauh ...
Dan mungkin tidak akan pernah datang ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar